Eksistensi Muhadharah Dalam Melatih Public Speaking Santri Di Balai Pengajian Tahfidz Qur'an Ummi Mariana Gampong Geudubang Jawa Kota Langsa
Muhadharah adalah kegiatan melatih mental seorang anak untuk berbicara didepan orang banyak atau seperti hal nya dengan berpidato. Muhadharah ini sudah menjadi hal yang wajib di balai pengajian tahfidz qur’an ummi mariana tepat nya di Gp. Geudubang Jawa, Kecamatan Langsa Baroe, Kota Langsa. Muhadharah ini dilakukan setiap malam jumat sesudah shalat isya dan diikuti oleh seluruh santri dibalai pengajian ini. Setiap minggu nya , santri-santri ini secara bergantian menampilkan muhadharah. Setiap kelasnya wajib menampilkan muhadharah untuk menyampaikan materinya dan muhadharah ini disampaikan kurang lebih 10 menit.
Sebelum melaksanakan muhadharah, seluruh santri-santri ini melaksanakan kegiatan mengaji seperti biasanya yang dilakukan sehabis shalat magrib. Setelah mendekati shalat isya, santri-santri ini melaksanakan shalat isya secara berjamaah dimasjid terdekat. Kemudian setelah shalat berjamaah, mereka langsung naik ke balai untuk melaksanakan muhadharah.
Ketika saya berada dibalai pengajian ini, saya diberikan kesempatan dari pimpinan balai pengajian tahfidz qur’an ummi mariana untuk menyampaikan sebuah pidato didepan para santri. Saya menyampaikan sebuah pidato yang berjudul “motivasi menghafal al-qur’an”, berhubung balai pengajian ini adalah balai pengajian tahfidz qur’an, saya memberikan semangat kepada mereka untuk menghafal al-qur’an sekaligus memberikan contoh muhadharah kepada santri dibalai pengajjan ini.
Adapun tata cara pelaksanaan malam muhadharah sebagai berikut:
1. Pembukaan acara muhadharah yang disampaikan oleh moderator
2. Pembacaan ayat suci al-qur’an
3. Shalawat yang di tampilkan oleh salah satu kelompok santri balai pengajian
4. Kata-kata sambutan dari ustadz pembinaan malam muhadharah
5. Acara muhadharah yang disampaikan oleh salah satu santri balai pengajian tahfidz qur’an ummi mariana
6. Penutupan dan doa
Tujuan muhadharah ini dilakukan adalah untuk melatih mental santri dibalai pengajian ini sekaligus untuk melatih public speaking santri dibalai pengajian ini. Seperti kita ketahui berbicara didepan orang banyak itu bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk dilakukan oleh semua orang, apalagi dilakukan oleh anak-anak. Anak-anak masih belum mempunyai sebuah keberanian yang penuh untuk berbicara didepan orang banyak. Salah satu hal yang bisa memicu keberanian santri dibalai pengajian ini untuk berani berbicara didepan orang banyak adalah muhadharah. Dalam hal muhadharah ini sangat berpengaruh terhadap santri dibalai pengajian ini, muhadharah ini dapat memberikan pelajaran kepada santri dibalai pengajian ini untuk belajar bersosialisasi dengan banyak orang, belajar menyampaikan sebuah pidato didepan masyarakat ketika mereka diluar dari balai pengajian ini yang akan memberikan wawasan kepada masyarakat, dan juga melatih keberanian santri dibalai pengajian ini.
Adapun tips melatih public speaking diantara nya yaitu:
1. Kuasai dulu materinya
Setelah mempelajarinya kamu harus benar-benar mengerti dan memahami materi tersebut. Dengan menguasai apa yang menjadi materi pembicaraan maka rasa grogi yang kamu rasakan akan berkurang. Kamu bisa lebih percaya diri dengan apa yang harus disampaikan kepada audiens.
2. Jaga Interaksi Dengan Audiens.
Ketika kamu melakukan public speaking usahakan agar interaksi dengan audiens selalu terjaga. Jaga kontak mata dengan audiens agar terbentuk komunikasi yang baik. Kalau kamu merasa gugup saat menatap mata audiens bisa mengakalinya dengan memandang pada bagian sekitar mata.
3. Sesuaikan Dengan Audiens Dan Acaranya
Cara berikutnya untuk belajar public speaking adalah berlatih bicara dengan materi dan bahasa yang sesuai dengan audiens kamu. Gunakan bahasa, istilah dan juga materi yang disesuaikan dengan jenis acara tersebut.
4. Ambil Jeda Sebelum Bicara
Tips public speaking lainnya agar lebih lancar berbicara di depan orang banyak yaitu dengan mengambil jeda dulu sebelum memulainya.vAgar rasa gugup itu berkurang kamu sebaiknya tidak langsung berbicara. Ambil jeda beberapa menit untuk mengambil napas panjang dan menenangkan diri.
5. Bicara Secara Perlahan
Bicara dengan tempo perlahan selain membuat audiens lebih mudah memahami apa yang kamu sampaikan juga membantu kamu mengingat poin penting agar tidak terlewat.
Penulis: Maulida Chairiah, Mahasiswa KPM 2021, Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam, IAIN Langsa
Komentar
Posting Komentar